Selasa, 11 Januari 2011

Ingin Bayi Laki-Laki atau Perempuan?

Digg Google Bookmarks reddit Mixx StumbleUpon Technorati Yahoo! Buzz DesignFloat Delicious BlinkList Furl lintasberita
Banyak pasangan yang ingin memilih jenis kelamin bayinya dengan melakukan berbagai cara. Diantaranya mungkin dengan posisi-posisi seksual tertentu. Namun, ada pula pasangan yang memilih jenis kelamin bayi karena faktor kesehatan mengingat beberapa penyakit keturunan sering dikaitkan dengan jenis kelamin. Contohnya, distropi otot, hemofilia, hidrosepalus yang kebanyakan menurun pada anak laki-laki.

Yang Alami
Cara-cara alami ini sudah diteliti para pakar. Dapat dikatakan paling aman dan murah dilakukan dibanding dengan teknologi yang butuh biaya besar. Penelitian para pakar ini meliputi kondisi cairan di vagina, makanan, aktivitas seks dan lain-lain.


Pisang: Bayi Laki-Laki
Mitos di Perancis mengatakan banyak makan pisang bisa memperoleh bayi laki-laki. Prof Dr Jean Choukron, ahli obsteri dari Perancis-lah yang tertarik meneliti hubungan pisang dengan melahirkan bayi laki-laki. Ternyata pisang banyak mengandung sodium dan kalium.
Kemudian Dr Jean mengumpulkan berbagai jenis makanan yang banyak mengandung sodium dan kalium. Hasilnya, selain pisang ya kentang, buah aprikot, buah peach dan daging.
Dr Jean pun melakukan penelitian pada beberapa pasangan yang hanya diberikan makanan mengandung sodium tinggi. Hasilnya 85 % dari mereka melahirkan bayi laki-laki.

Magnesium & Kalium: Bayi Perempuan
Dr Jean juga melakukan penelitian pada makanan yang banyak mengandung magnesium dan kalium. Makanan ini banyak terdapat pada susu yoghurt, kacang-kacangan, biji-bijian, sayuran, dan mengurangi konsumsi garam.
Hasilnya, ternyata sebagian besar pasangan yang mengkonsumsi makanan yang mengandung magnesium dan kalium berhasil melahirkan bayi yang mereka harapkan yaitu bayi perempuan.

Laki-laki Berseks Tinggi
Sedangkan pakar di Texas mengatakan lelaki yang aktif dalam kehidupan seksualnya memungkinkan memiliki bayi laki-laki. Sedangkan yang kurang aktivitas seksualnya lebih memungkinkan memiliki bayi perempuan.

Kesimpulannya mereka dapatkan setelah melakukan penelitian sperma pada laki-laki beraktifitas seks tinggi dan sebaliknya. Hasilnya lelaki yang beraktivitas seks tinggi dalam spermanya lebih banyak mengandung kromosom y, yaitu kromosom pembentuk calon janin laki-laki.

Cara Jitu dengan Teknologi
Cara alami memang agak repot dan tak semua pasangan sanggup mengikuti aturan yang diharuskan, karena aturannya cukup berat. Ada cara yang lebih jitu yaitu menggunakan teknologi.

Pemisahan Kromosom Ayah
Dengan pewarnaan DNA sperma ayah dapat diketahui mana yang mengandung kromosom X atau kromosom Y. Kromosom pilihan ini dipisahkan lalu dipertemukan dengan sel telur ibu. Dengan proses pembuahan buatan, embrio yang berhasil dibuahi dimasukkan ke dalam uterus ibu. Proses selanjutnya sama seperti proses alami.
Cara ini sudah diujicobakan di peternakan Amerika. Ketika akan dilakukan pada manusia banyak kalangan yang memprotes dengan alasan etis. Walau begitu banyak pasangan diam-diam melakukan cara ini.

Kiat Mendapatkan Bayi Laki-laki

  1. Sperma. Sperma harus memancar di dalam mulut rahim yang terbuka. Jangan di dinding vagina atau di bibir vagina.
  2. Seks. Lakukan hubungan seks 2 minggu setelah mens. Pada ovulasi dan menjelang
  3. ovulasi.
  4. Air Pembilas. Saat akan berhubungan intim sempatkan diri anda membilas vagina dengan cairan alkalin. Bisa didapat dari 2 sendok serbuk baking soda yang dimasukkan ke dalam gayung berisi air hangat.
  5. Penetrasi. Lakukan penetrasi sedalam mungkin sehingga sperma mengarah sedekat mungkin ke leher rahim.
  6. Multi Orgasme. Perbanyak cairan vagina dengan melakukan berkali-kali orgasme, sebelum terjadi ejakulasi.

Kiat Mendapatkan Bayi Perempuan

  1. Sperma. Sebaiknya sperma memancar jauh dari bagian mulut rahim.
  2. Seks. Lakukanlah hubungan intim empat hari setelah ovulasi.
  3. Air Pembilas. Bilas dengan air asam yang bisa anda dapatkan dari satu sendok teh cuka putih dicampur dengan segayung air hangat. Bilaslah 2,5 hari setelah ovulasi.
  4. Penetrasi. Penetrasi tak terlalu dalam sehingga sperma melewati saluran vagina.
  5. Menunda Orgasme. Tundalah orgasme setelah penetrasi dan ejakulasi agar alkalinitas cairan vagina berkurang. Karena cairan vagina mengandung alkalin.

Sumber Buku Sex And Healty



Apabila semua pembaca merasa artikel ini ada manfaatnya, silakan untuk membaginya kepada yang lain, agar kita semua dapat kebagian pahalanya, Amin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

4 comments:

Asis Sugianto mengatakan... Reply

dapat pelajaran berharga nih,,, untuk bekal di kemudian hari untuk mendapatkan anak dengan jenis kelamin yang diinginkan,,,

Admin Mobile Trick mengatakan... Reply

Bagus kang, tapi sayang aku blm punya bini...Wakakakak

Kang Epot mengatakan... Reply

Makasih dah berkunjung sob, yah mudah2an ada manfaatnya aja

rumput dan ilalang mengatakan... Reply

thanks infonya kang

Posting Komentar

Apabila ada tulisan yang kurang berkenan, atau mo kasih saran dan kritik silakan berikan komentar dibawah ini, karena sedikit komentar dari anda dapat membangun blog ini. Dan Insya allah Blog Kang Epot Alirannya termasuk Blog Do follow, hanya hindari aja spam ok :)

________________________________________________________________________________________________________________________________________ Copy Right Reserve by Blog Kang Epot @2010, Bandung-Indonesia, Original Template by Justin Tadlock, and brought to you by Blogger templates